Sabtu, 03 November 2012

Cara Mengenali Defisiensi Protein

5 Cara Mengenali Defisiensi Protein 

Defisiensi protein merupakan salah satu masalah pelik yang perlu diatasi dengan baik. Protein adalah salah satu zat pembangun yang sangat penting bagi tubuh. Tanpa adanya protein yang cukup, perkembangan dan pertumbuhan fisik akan terganggu. Selain itu fungsi protein untuk melindungi tubuh, menjaga kadar energi dan melakukan metabolisme terhadap karbohidrat serta lemak tidak bisa dijalankan dengan baik. Begitu pentingnya protein bagi tubuh sehingga anda perlu memastikan kekurangan protein tidak terjadi.
 
Tubuh memang memiliki kemampuan untuk menghasilkan protein sendiri. Akan tetapi dengan kadar yang sangat rendah, kebutuhan protein pada tubuh tidak tercukupi. Untuk itu asupan makanan adalah sumber protein yang paling utama. Untuk mengetahui apakah anda terkena defisiensi protein atau tidak.


Kita simak tanda-tanda Defisiensi Protein yang ada pada tubuh :

Cek keseimbangan berat badan: Berat badan merupakan salah satu faktor yang bisa anda lihat untuk mengetahui tanda kekurangan protein. Bagi sebagian orang mengalami penurunan berat badan merupakan sebuah berita yang menggembirakan terlebih lagi jika anda memang sedang menggalakkan progam diet di rumah. Akan tetapi anda perlu waspada juga sebab bisa jadi kekurangan protein yang menyebabkan berat badan anda turun drastis. Akibat fatal dari defisiensi protein ini adalah memicu edema dimana tubuh anda mengalami kelebihan cairan. Lihat apakah terjadi pembengkakan pada bagian bawah kaki untuk memastikan ada tidaknya edema.
 
Perhatikan energi yang anda miliki sepanjang hari: Jika anda sering merasa kelelahan dan tidak mood sepanjang hari, jangan selalu menyalahkan kurang tidur, kerja yang terlalu berat ataupun terlalu banyak tidur.  Sedikitnya energi yang anda miliki juga bisa jadi tubuh ingin mengirimkan sinyal kepada anda bahwa ia membutuhkan lebih banyak protein.
 
Lihat rambut dan kuku anda: Kuku dan rambut berasal dari protein yang diberi nama keratin. Jika rambut anda bercabang, rapuh, mudah patah, rontok dan susah tumbuh, bisa jadi kondisi tersebut diakibatkan gejala kekurangan protein. Sama halnya dengan kuku. Jika di permukaan kuku anda muncul semacam lapisan dengan bentuk kuku yang rapuh, anda perlu waspada.
 
Penyembuhan luka: Jika anda terluka, coba tentukan berapa lama luka anda akan sembuh. Waktu lamanya penyembuhan luka ini bisa menentukan terjadinya defisiensi protein. Orang yang tidak mengalami kekurangan protein cenderung memiliki luka yang bisa sembuh dalam waktu singkat sebab protein pada kulit disebut kolagen yang kuat, elastis, dan kenyal bisa mempercepat proses penyembuhan.
 
Kelemahan pada otot: Kelemahan pada otot juga merupakan salah satu tanda kekurangan protein pada tubuh. Jaringan otot adalah salah satu sasaran penting yang akan terkena dampak buruk kekurangan protein. Dampak yang sering dirasakan meliputi kram dan nyeri pada otot. Oleh sebab itu, pastikan anda bisa mengkonsumsi makanan yang mengadung protein dengan menu yang seimbang demi mencegah terjadinya defisiensi protein.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar