Sabtu, 27 Oktober 2012

Cara Mudah Bakar Lemak Perut

http://us.images.detik.com/content/2012/08/29/766/172509_tutupmulut460ts.jpg
Cara Mudah Bakar Lemak Perut

Bagi beberapa orang, lemak diperut menjadikan tampilan mereka tidak menarik. Lemak perut juga tanda adanya tumpukan lemak yang berbahaya bagi kesehatan Anda.

Menyembunyikan lemak perut di balik pakaian Anda mungkin akan menjadi pilihan instan. Namun ketimbang menyembunyikan timbunan lemak, lebih baik menghilangkan lemak tersebut dengan melakukan beberapa cara, seperti dikutip Healthmeup.

1.Dengan berolahraga minimal tiga hari dalam sepekan akan membantu meningkatkan metabolisme Anda.

2.Melakukan sit up secara rutin dan menyesuaikan kemampuan Anda dapat mengencangkan otot perut dan membakar kalori yang Ada.

3.Gunakan waktu bermain dengan anak atau keponakan Anda sebagai salah satu latihan fisik. Ini akan terasa menyenangkan dan Anda juga akan membakar lemak secara tidak langsung.

4.Dapatkan istirahat yang cukup, enam sampai delapan jam sehari. Kurang dari itu, hormon Anda akan selalu berada dalam keadaan menyimpan lemak dan keinginan untuk mendapatkan perut rata akan sulit terwujud.

5.Konsumsi protein, serat, dan lemak sehat. Bisa Anda dapatkan dari ikan, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

6.Kurangi makanan cepat saji karena ini menjadi musuh utama perut Anda. Selain itu, makanan ini adalah penyebab dari banyaknya penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

7.Minum cukup air. Dua liter setiap hari akan membantu tubuh Anda membakar lemak paling efisien.

Faktor yang Menyebabkan Infeksi pada Gigi

Faktor yang Menyebabkan Infeksi pada Gigi

Gigi yang berlubang dan berwarna kehitaman tentu dapat mengganggu kepercayaan diri Anda. Sayangnya hal ini tidak dapat diatasi dengan mudah, sehingga Anda perlu memperhatikan alasan dibalik infeksi yang menyebabkan kerusakan gigi.

Gigi yang rusak biasanya disebabkan oleh karies gigi, yaitu sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Menurut Centers for Disease Control, 19 persen dari orang antara usia 2 dan 19 tahun mengembangkan gigi berlubang yang tidak diobati.


http://images.detik.com/content/2012/10/24/766/070458_sakitgigi460ts.jpg

Padahal jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, gigi tanggal, infeksi, berbagai kasus berbahaya lainnya, dan bahkan kematian.

Berikut 5 faktor yang dapat menyebabkan karies gigi, seperti dilansir howstuffworks), antara lain:

1. Usia

Studi terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Illinois menemukan bahwa air liur bayi mengandung sejumlah bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi pada balita. Sehingga perawatan gigi harus diperkenalkan sejak usia 19 bulan, tetapi penelitian ini menegaskan bahwa perawatan gigi harus dimulai sejak belum tumbuh gigi.

Orang dewasa juga dapat mengembangkan karies gigi karena beberapa alasan, diantaranya mengembangkan penyakit gusi yang mengekspos gigi terhadap bakteri. Faktor risiko yang lebih umum pada orang dewasa adalah kurangnya air liur, yang berisi cairan penetralisir asam dan membantu membersihkan sisa-sisa makanan.

Konsumsi obat seperti penurun tekanan darah tinggi dan obat untuk masalah jantung dapat mengurangi aliran air liur. Sikatlah gigi secara teratur dan batasi konsumsi minuman bersoda karena mengandung pemanis dalam jumlah tinggi yang berisiko terhadap karies gigi.

2. Genetika

Genetika memiliki pengaruh penting terhadap setiap perkembangan fisiologis alami manusia. Gen tidak hanya dapat menentukan warna rambut dan tinggi tubuh tetapi juga nertanggung jawab pada kondisi gigi.

Kekerasan enamel gigi juga dipengaruhi oleh faktor genetika, sehingga seberapa keras usaha untuk menjaga kesehatan gigi, berbeda dari orang ke orang. Penyakit periodontal yang disebut penyakit gusi, juga telah dikaitkan dengan genetika.

Penyakit gusi tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada jaringan dan tulang dari mulut sehingga mengakibatkan infeksi parah dan kehilangan gigi.

Tentu saja, gen bukanlah satu-satunya faktor yang memicu penyakit gusi. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok juga dapat memicu peradangan pada gusi dan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan.

3. Kebiasaan menggosok gigi

American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan bahwa seorang anak harus memulai menjaga kebersihan mulut jauh sebelum tumbuh gigi. Bau mulut, noda pada gigi, atau gigi berlubang disebabkan karena perawatan mulut yang buruk sejak balita.

Ajari anak menyikat gigi setiap 30 menit setelah selesai makan atau setidaknya 2 kali sehari. Kunjungi dokter gigi untuk memperoleh saran perawatan gigi yang tepat untuk anak Anda.

4. Makanan asam

Makanan asam seperti jeruk dapat berkontribusi terhadap kerusakan gigi. Makanan asam berbahaya karena dapat menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi bakteri jahat dalam mulut.

Makanan asam dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Hindari makan makanan yang terlalu asam atau segera netralkan kondisi mulut setelah makan makanan asam.

Jangan langsung menyikat gigi setelah makan makanan asam, karena asam dapat melembutkan enamel dan membuatnya lebih rentan ketika disikat. Sebaliknya, bilas mulut Anda dengan air atau obat kumur dan tunggu hingga 30 menit sebelum menyikat gigi.

5. Makanan manis

Mulut dihuni oleh bakteri pemakan gula yang sangat menyukai makanan manis. Bakteri pemakan gula tersebut akan mengubah gula dan menyebabkan kondisi asam pada mulut yang dapat mengikis enamel gigi.

Hanya dalam waktu sekitar 20 detik setelah mengonsumsi makanan manis, bakteri sudah mengubah kondisi mulut menjadi asam yang dapat bertahan sampai setengah jam. Sehingga penting untuk menggosok gigi setelah makan makanan manis.

Cara Cegah Sakit Jantung dan Sakit Gula dengan Angkat Beban

Cara Cegah Sakit Jantung dan Sakit Gula dengan Angkat Beban

Angkat besi atau angkat beban identik dengan olahraga yang digunakan untuk membentuk otot dan menciptakan tubuh ideal, misalnya tubuh sixpack idaman para pria. Tapi sebenarnya olahraga ini juga punya manfaat lain yaitu menurunkan risiko sakit jantung dan sakit gula.

Kesimpulan tersebut diperoleh tim peneliti dari University of North Florida setelah mengamati lebih dari 5.000 orang dewasa di AS yang diminta melakukan olahraga angkat beban sebagai bagian dari National Health and Nutrition Examination Survey 1999-2004.


Lalu peneliti mengecek sampel darah partisipan untuk melihat apakah ada kaitannya antara angkat beban dengan risiko sindrom metabolik yang mungkin dialami partisipan.

Sindrom metabolik sendiri adalah sekelompok faktor risiko yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes. Faktor risiko itu di antaranya lingkar pinggang yang besar, kadar lemak yang tinggi dalam darah, rendahnya kadar kolesterol 'baik', tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tinggi.

Padahal partisipan yang diketahui memiliki sedikitnya 3-5 faktor risiko di atas sudah dianggap menderita sindrom metabolik.

Namun ternyata peneliti menemukan bahwa partisipan yang melakukan olahraga angkat beban 37 persen berpeluang lebih kecil menderita kondisi tersebut.

"Angkat beban mungkin memainkan peran penting dalam mengurangi prevalensi dan risiko sindrom metabolik pada orang dewasa di AS," ungkap peneliti seperti halnya dilaporkan dalam The Journal of Strength and Conditioning Research.

Dari 5.618 partisipan, 8,8 persen di antaranya mengaku melakukan olahraga angkat beban meski olahraga ini dua kali lebih banyak dilakoni oleh partisipan pria.

Kendati begitu ada juga partisipan yang melakukan angkat beban tapi menderita sindrom metabolik dan jumlahnya hanya seperempat, sedangkan partisipan yang tidak angkat beban dan mengidap sindrom metabolik mencapai 37,3 persen.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa kekuatan dan massa otot yang lebih besar dapat menurunkan peluang sindrom metabolik pada partisipan. Tentu saja kedua hal itu dapat diperoleh dengan mudah lewat olahraga angkat beban.

"Pakar olahraga seharusnya mendorong digalakkannya olahraga angkat beban bagi para orang dewasa dari berbagai usia untuk meningkatkan kesehatan metabolisme," simpul ketua tim peneliti Dr. Peter Magyari.

Namun upaya ini akan lebih baik difokuskan pada kelompok yang jarang melakukan olahraga angkat beban seperti wanita dan lansia.

Cara Menjaga Payudara Tetap Sehat di Tiap Usia

Cara Menjaga Payudara Tetap Sehat di Tiap Usia

Setiap perempuan pasti akan menjaga salah satu aset penting dari tubuhnya yaitu payudara. Berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjaga payudara Anda tetap sehat di setiap usia.

Pertambahan usia dan perubahan hormon yang dialami oleh perempuan tentu akan mempengaruhi ukuran, bentuk dan juga hal-hal lainnya di payudara. Untuk itu para ahli memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga payudara tetap indah dan sehat sehingga terhindar dari penyakit seperti kanker payudara.

Berikut ini cara agar payudara tetap sehat di tiap usia, dikutip dari CNN, yaitu:

1. Payudara di usia 30-an tahun

Biasanya payudara pada usia ini masih memiliki elastisitas yang baik dan kencang. Jika perempuan hamil maka payudara akan menjadi lebih besar, tapi kondisi ini tidak bertahan secara permanen.

Diperkirakan ukuran payudara akan berkurang setengah cup setelah ia melahirkan atau memberikan ASI. Fenomena ini disebut dengan breast involution, yaitu proses yang mana sistem pembuatan susu dalam payudara akan menyusut karena tidak diperlukan lagi.

Pada usia ini payudara perlu mendapatkan dukungan yang baik, karena itu gunakan ukuran bra yang pas termasuk ketika sedang berolahraga. Jika payudara bergerak ke atas dan bawah saat olahraga, maka itu menunjukkan payudara tidak mendapatkan dukungan yang baik. Kondisi ini bisa membuat payudara turun atau tidak lagi kencang.

Selain itu, pada usia ini risiko kanker payudara masih terbilang rendah, walaupun tetap tidak bisa diabaikan. Salah satu cara untuk menurunkan risiko ini adalah dengan menyusui.

2. Payudara di usia 40-an tahun

Pada usia ini persentase lemak di payudara meningkat, dan lemak ini cenderung menahan efek gravitasi sehingga payudara akan mulai terlihat menurun dan juga tidak terlalu kencang.

Ketika usia bertambah, otot punggung melemah yang membuatnya cenderung bungkuk sehingga mempengaruhi bentuk payudara. Untuk itu disarankan berdiri tegak, serta memperkuat otot punggung atas dan dada untuk menjaga bentuk dari payudara.

Cobalah berdiri tegak dengan bahu rileks serta lengan di sisi tubuh, lalu gunakan alat peregang untuk menarik ke sisi kiri dan kanan tubuh, lakukan dengan mengulang hingga 8-12 kali selama 1 menit.

3. Payudara di usia 50-an tahun

Ketika usia makin bertambah, perubahan hormonal menyebabkan lemak menumpuk di beberapa bagian tubuh, terutama di perut, wajah dan payudara. Hampir semua jaringan payudara diganti dengan lemak dan kulit kehilangan elastisitasnya sehingga jadi kendur.

Sebenarnya tidak ada cara yang benar-benar ajaib untuk menyelamatkan seseorang dari kondisi payudara kendur, tapi jika melakukan latihan dada sebanyak 2-3 kali dalam seminggu bisa meningkatkan aliran darah dan memperkuat otot yang mendasarinya.

Karena pada usia ini payudara cenderung berlemak sehingga berisiko kanker payudara, maka mammogram baik dilakukan untuk mendeteksi kanker. Walaupun ada kemungkinan mendapatkan hasil negatif palsu untuk skrining kanker payudara ini.

Cari Tahu Kepribadian Anda lewat Posisi Tidur


Cari Tahu Kepribadian Anda lewat Posisi Tidur

Tanpa disadari, posisi tidur ternyata bisa mengungkapkan karakter seseorang. Setelah melalui rangkaian penelitian, para ahli mengidentifikasikan bahwa ada empat posisi tidur yang biasa diterapkan orang.

Apa sajakah itu? Berikut ini hasil penelitian para ahli, seperti dilansir The Sun.

Pertama adalah posisi Foetal. Kebanyakan orang (58 persen) tidur dalam posisi ini, yaitu badan terbujur miring dengan kaki menjulur lurus dan posisi tangan berada di bawah bantal. Posisi tidur seperti itu mengartikan bahwa mereka tipe orang pencemas.

Sebanyak 28 persen orang memilih tidur dengan posisi Log. Pada posisi ini, orang tertidur dengan posisi miring dengan kaki yang diluruskan. Ini menunjukkan bahwa pemilik posisi ini adalah orang yang keras kepala.

Sementara sebanyak 25 persen orang tertidur dengan posisi Yearner. Ini adalah posisi tidur bagi si pemimpi, di mana tidur dengan posisi miring dan tangan menjulur ke samping.

Terakhir, sebanyak 17 persen orang menyukai posisi tidur tengkurap. Posisi tidur ini dikategorikan sebagai posisi Freefallers. Mereka yang menyukai posisi tidur ini biasanya kurang bisa mengendalikan kehidupan pribadinya.

Menurut Robert Phipps, ahli bahasa tubuh yang melakukan survei ini, bagaimana Anda tidur mempengaruhi bagaimana perasaan Anda di pagi hari.

"Tidur malam yang baik membuat Anda dapat bangun di pagi hari dengan perasaan senang. Posisi tidur menentukan bagaimana perasaan Anda," katanya.

Ini Tips Kecantikan yang Salah


 
Ini Tips Kecantikan yang Salah

Tips kecantikan bisa Anda dapatkan darimana saja, namun kebenarannya belum tentu terbukti. Bukannya malah cantik, yang terjadi justru sebaliknya, jika Anda mengikuti tips kecantikan yang salah. Berikut adalah empat tips kecantikan terburuk yang sebaiknya tidak Anda coba seperti dilansir dari All Women Stalk.

1. Memakai Pelembab Saat Wajah Berminyak

Memakai lotion saat kondisi tubuh sedikit lembab memang baik karena membuat penyerapan lotion ke kulit lebih baik. Namun saat mengaplikasikannya pada wajah yang berminyak, malah membuat tampilan wajah jadi kacau. Memakai pelembab saat wajah dalam kondisi berminyak akan membuat kulit wajah menjadi licin dan menyulitkan riasan untuk menempel dengan baik. Untuk itu sebelum menggunakan pelembab dan riasan sebaiknya cuci wajah dengan sabun muka.

2. Menggunakan Lipstik atau Lip Gloss Sebagai Eye Shadow

Tekstur lipstik dan lip gloss yang cenderung berminyak tidaklah cocok untuk digunakan di mata. Jika Anda ingin mewarnai mata Anda, lebih baik gunakanlah produk yang seharusnya yaitu eye shadow jenis liquid bukannya lipstik ataupun lip gloss.

3. Menyamakan Warna Foundation dengan Warna Tangan

Warna kulit wajah dan kulit tangan manusia umumnya berbeda. Untuk itu, janganlah mencari warna foundation yang sesuai dengan warna kulit tangan Anda melainkan carilah foundation yang warnanya sesuai dengan kulit wajah Anda.

4. Menggunakan Concealer di Bawah Mata

Menggunakan concealer di bawah mata akan membuat Anda terlihat seperti memiliki gambar bulan sabit di bawah mata, apalagi jika warna concealer tidak sesuai dengan kulit wajah. Beberapa selebriti Hollywood memang pernah tertangkap kamera melakukan kesalahan yang satu ini, namun lebih baik Anda tidak perlu meniru mereka.

Ada Keluhan Seputar Perut Ini Bisa Jadi Pertanda Sakit Serius


 
Ada Keluhan Seputar Perut Ini Bisa Jadi Pertanda Sakit Serius

Sebagian besar organ penting manusia berada di dalam rongga dada dan perut. Karena itu jangan dikira masalah perut hanya seputar maag, masuk angin, dan hal-hal kecil lainnya. Banyak penyakit serius yang bisa dideteksi dari kondisi perut.

Berbagai keluhan yang mucul di perut dan bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius antara lain sebagai berikut:

1. Susah BAB

Hati-hati jika sering mengalami susah BAB (buang air besar) atau sembelit, apalagi yang berlangsung lama atau kronis. Penelitian di University of Newcastle menunjukkan penderita sembelit kronis 1,78 kali lebih berisiko terkena kanker kolorektal dan 2,7 kali lebih rentan kena neoplasma jinak.

2. Mencret atau diare

Seringkali diare tidak dianggap sebagai penyakit, melainkan mekanisme alami untuk mengeluarkan benda-benda yang tidak diperlukan atau bahkan membahayakan tubuh. Namun kalau berlangsung terus-menerus, diare perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian akibat dehidrasi. Begitu juga, diare yang tidak sembuh-sembuh kadang bisa jadi gejala infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus).

3. Susah menelan

Ada banyak kondisi yang memicu nyeri telan di sekitar kerongkongan. Radang tenggorokan adalah salah satu pemicu yang paling umum, tetapi sering juga keluhan ini dipicu oleh penyakit yang lebih seperti seperti kanker di kelenjar tiroid yang letaknya di leher.

4. Masuk angin

Selain pegal-pegal perut kembung, keluhan masuk angin kadang disertai juga dengan sesak dan nyeri dada yang susah dibedakan dengan gejala sakit jantung. Istilah masuk angin sendiri tidak dikenal di dunia medis, namun banyak kasus serangan jantung berawal dari keluhan seperti masuk angin.

5. Buncit

Kegemukan yang terpusat di satu bagian, khususnya perut merupakan gejala utama adanya sindrom metabolik dan perlemakan hati. Kondisi yang membuat perut tampak membuncit ini berisiko memicu berbagai penyakpenyakit kronis seperti diabetes hingga serangan jantung.

Rabu, 24 Oktober 2012

Hati-hati Keringat Berlebih, Tanda Penyakit Jantung?

Hati-hati Keringat Berlebih, Tanda Penyakit Jantung?

Anda sering berkeringat secara tidak wajar? Jangan khawatir! Temukan hal yang menarik dalam artikel ini. Berkeringat memang merupakan mekanisme untuk mendinginkan tubuh sehabis melakukan kegiatan yang terlampau berat dan melelahkan.

Dalam sebagian besar keadaan, ini memang  alami dan sehat. Namun beberapa orang mengalami keringat yang  berlebihan. Keadaan seperti ini disebut sebagai Hiperhidrosis.

Masing-masing dari kita mustahil tidak mengeluarkan keringat, namun jika mengalami keringat berlebih/Hiperhidrosis apa yang perlu diketahui dan penanggulangan macam apa yang diperlukan?

Apa Itu Hiperhidrosis?

Hiperhidrosis adalah istilah yang digunakan para dokter untuk menyebut keringat berlebih. Hiperhidrosis adalah ketika seseorang mengeluarkan keringat lebih banyak dari yang seharusnya ia produksi dan hal ini tidak disebabkan oleh penyakit medis, kegiatan yang berlebihan atau akibat dari konsumsi obat kimia yang menyebabkan kelenjar keringat bermasalah.

Biasanya keringat berlebih ini terjadi pada ketiak, namun seringkali telapak tangan dan telapak kaki juga mengalami keringat berlebih bahkan sampai menetes.

Situasi stres seperti ujian, wawancara pekerjaan, atau peristiwa penting lainnya justru akan memperburuk keadaan ini. Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 yaitu : 

Hiperhidrosis fokal primer
  • Seseorang mengeluarkan keringat berlebih hanya diarea tubuh tertentu misalnya kepala, ketiak, wajah, telapak tangan dan telapak kaki.
Hiperhidrosis Idiopatik Generalisasi
  • Seseorang memiliki kecendrungan mengeluarkan keringat berlebih diseluruh tubuhnya.
Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi
  • Seseorang mengeluarkan keringat berlebih akibat reaksi obat kimia seperti obat antihipertensi dan antidepresi atau penyakit tertentu seperti penyakit jantung, mudah emosi, berdebar-debar, menopause, diabetes melitus dan stroke. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas ditubuh bisa ke seluruh tubuh. Kondisi keringat berlebih ini bisa muncul kapan saja dan bahkan dapat muncul ketika tertidur lelap.
Hubungan Hiperhidrosis dan Penyakit Jantung

Hiperhidrosis biasanya tidak berkaitan dengan penyakit jantung seperti yang sering dipikirkan banyak orang. Telapak tangan atau kaki yang sering berkeringat belum tentu merupakan tanda gangguan jantung.

Hiperhidrosis biasanya disebabkan stimulasi emosi dan suhu. Jadi, keringat yang berlebihan hanya di kedua telapak tangan dan di kedua telapak kaki, tanpa disertai keluhan gejala-gejala gangguan jantung atau gejala sistematik jantung lainnya, kemungkinan besar hiperhidrosis tersebut hanya disebabkan oleh rasa cemas saja.
Maka sebelum menyimpulkan, kita dapat mencari informasi atau konsultasikan ke dokter terlebih dahulu apakah gejala keringat berlebih ini pertanda terkena penyakit jantung atau tidak.

Cara Menanggulangi Hiperhidrosis

Antiperspirant selalu diutamakan untuk menanggulangi keringat berlebih bagi beberapa orang diseputar dunia dan terbukti sangat efektif. Bahan yang sangat efektif adalah Alluminium Chlorida (20-25%) biasanya dipakai pada malam hari 2-3 kali/hari dalam kadar alkohol 70-90%.

Menurut pengalaman pengobatan ini sudah cukup mengurangi keringat berlebih bagi yang frekuensi keringatnya hanya sekitar 50-70% dengan kadar lebih banyak atau perlu diulang secara teratur.
Maka jangan pernah menganggap keringat berlebih menandakan bahwa Anda telah mengidap penyakit jantung, usahakan mencari informasi untuk hasil yang lebih memuaskan bagi Anda dan keluarga yang Anda sayangi.